Sepenggal Cerita Tentang Biru Daun Bagi Orang Madura

Biru daun?! HaHaHaH... mendengar kata ini mungkin asing di telinga anda yang bukan asli Madura, namun tidak demikian dengan teman-teman yang asli Madura, kata seperti itu mungkin menjadi hal yang biasa-biasa saja dan tidak terlalu dipermasalahkan.
     Hijau, yah macam-macam warna dari 12 warna yang telah kita hafal semenjak masih duduk dibangku taman kanak-kanak, namun beda jika anda ke pulau garam,
pulau ini hanya mempunyai 11 warna, plus warna yang mungkin asing didengar telinga orang awam, "Biru Daun".
     Biru Daun sebenarnya warna Hijau daun, Namun pikiran saya mulai blepotan kanca, "Loh Kok bisa ya??!!" (tuing-tuing). Ada-ada saja nih orang Madura. yah memang begitu adanya, tak ayal ketika saya bertemu ca-kanca yang bukan asli orang madura kata itu selalu menjadi guyonan segar saat ada waktu luang di sela-sela kuliah, adu-du-du...
         Banyak kejadian yang saya dapat gara-gara satu kata yang saya anggap rada menjengkelkan atau jika dikaji secara cermat menjadi sebuah humor yang segar yang bisa menghipnotis siapa saja pendengar kata-kata itu. berikut kisah-kisahnya.
          Dulu ketika awal masuk kuliah dosen saya pernah bilang " Jika anda pergi ke Madura, anda tidak akan pernah menemukan program penghijauan," teman-teman yang lain terbelalak mendengar kata itu, ( mungkin teman saya berpikiran Madura itu benar-benar  adalah pulau yang gersang tidak ada pohon-pohon yang hijau )  Lalu, dosen saya melanjutkan perkataannya " memang benar, coba anda kesana, tanya orang sekitar atau penduduk asli sana, pasti mereka bilang Biru Daun, BIRU DAUN ... bukan HIJAU DAUN ... weleh-weleh ... sontak ca-kanca ngakak nggak karuan, namun buat saya mungkin kata-kata itu pelecehan buat saya, (huhuhuh, tapi nggak apa-apa, lucu juga) aduh-aduh sampai kapan kata-kata ini terus dilestarikan oleh masyarakat Madura sehingga menjadi kata yang dikenal dunia dan menjadi bahasa internasional.
        Bukan kejadian itu saja kanca, kata-kata ini hampir saja membunuh saya sebagai seorang mahasiswa arsitek, (gawat, tambah bikin pusing saja kata-kata ini) beberapa bulan lalu saya dapat job dari teman panitia pengmas untuk mempersiapkan kebutuhan pengmas yang di adakan di daerah saya tepatnya di Sumenep, weh ternyata diam-diam teman saya ingin menjebak kata-kata saya dengan kata-kata itu,  "Brad, warna asli Sumenep apa?! "Hijau dan Kuning" jawab saya, teman yang lain menimpali, Biru daun atau Hijau daun? tanya teman saya ber-ulang-ulang kali" saya menjawabnya berulang-ulang kali juga dengan jawaban "Biru daun" saking semangatnya saya sempat tidak sadar dengan kata yang saya lontarkan itu dan akhirnya teman-teman saya terkekeh menahannya agar tidak tertawa  lepas, (wehwehweh, benar kan kanca kata ini telah menghipnotis saya) saat itulah saya baru sadar tenyata apa yang saya ucapkan ternyata adalah kosa kata yang tidak benar alias salah, tidak ada dalam kamus bahasa Indonesia, (ada jika kamus itu kita buat sendiri, heheheeh)
       Tapi kenapa ya kata itu tetap lestari di Madura dan gimana seh awal mulanya? menurut prediksi saya saat pembagian warna hijau orang Madura tidak hadir alias bolos (heheheh...) so, bukan hijau yang berjaya malah biru daun yang berjaya, Namun seiring perkembangan zaman saya pikir ada dua sisi yang harus dipikirkan pertama , untuk melestariakannya dan ke-dua untuk mengajak masyarakat mempergunakan bahasa secara baik dan benar.
        Melestarikan disini sangat penting, mau tidak mau bahasa ini telah menjadi bahasa daerah orang Madura untuk menyebut warna hijau dengan kata biru daun, disini mungkin bagi sebagian masyarakat yang mempunyai pendidikan yang tinggi agak menyesalkan dengan adanya kata-kata ini sebab bagi sebagian teman-teman yang kuliah kata-kata ini sering dianggap melecehkan,   namun jangan terlalu berpikiran seperti itu, jadikan kata itu sebagai kekayaan kosa kata madura yang kita miliki. Nah, untuk yang ke-dua bagaimana kita mengajak masyarakat mempergunakan bahasanya secara baik dan benar, tanpa mencampur adukkan kedua kata tersebut.
         Ok, kanca ker-tanoker demikian tulisan saya kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari kita. sakalangkong tretan ...